Senin, 16 Agustus 2010

Mimpi Didalam Bak Mandi

Mimpi itu seperti sebuah bak mandi.
Kalimat ini kutemukan saat aku mandi pagi pada siang itu (sori, bukannya malas, tapi sejak pagi itu ada hal yang harus kukerjakan..) Ketika aku menimba air di bak, tiba-tiba pengertian ini ku dapatkan.. Memang agak sedikit nyeleneh, tapi bagi aku, pemahaman ini sangat luar biasa…..
Dan pemahaman ini yang coba ku tulis dalam blog-ku yang paling terbaru ini. Semoga para pembaca bisa mahamin maksud tulis kali ini..

Ini penjelasannya…
Awal kita mulai kehidupan ini, kita ngga mikirin mau jadi apa kita nantinya saat besar kelak. Dan saat kita lewatin masa kanak-kanak, hal yang ada di otak kita adalah melakukan kegiatan bermain sebanyak dan sesering mungkin. Pun ketika kita berlanjut ke tahap remaja. Pada saat-saat inilah kita melakukan perjalanan menemukan jati diri. Sebenarnya kita itu siapa dan apa karakter pribadi kita?
Semua fase ini ngga kita pikirin dampak kedepannya seperti apa. Fase-fase ini kita lewatin hanya untuk mencari kesenangan diri (betul ngga?) Dan lebih jauhnya, fase ini kita emang sudah seharusnya menikmati hidup sebanyak yang kita bisa tanpa memikirkan masa depan.
Saat kita bermain dengan teman-teman sebaya, saat kita mulai mengenal arti cinta (monyet), dan saat kita mulai merasakan ada perubahan yang terjadi di dalam diri yang kita tidak tau apa itu (bagi cowo : mungkin mulai tumbuh bulu-bulu [tidak senonoh] di bagian atas bibir, di sepanjang garis rahang, atau tumbuhnya di dagu yang mulai menyebar ke dagian dada ; bagi cewe : mungkin merasakan perubahan signifikan yang terlihat yaitu mulai membesar tubuh bagian dada, atau mulai kedatangan tamu bulanan [[a.k.a mesntruasi]], atau mulai terkena syndrome narsis, mempercantik diri dengan make up, lipstick dan barang-barang sejenis)
Namun, saat kita mencapai usia akil balik (sekitar 17 tahunan), saat itu juga tubuh mulai ngajak kita untuk berpikir lebih luas lagi dari pada sebelumnya.
----------------prolog--------------------
Saat itu (mungkin) kita sampai pada fase dewasa saat kita mulai masuk dunia perkuliahan. Dunia yang benar-benar berbeda dari dunia kita selama ini. Registrasi, saat mengambil mata kuliah, dan menjalaknkan kuliah-kuliah tersebut, kita dituntut dosen untuk berbuat sesuatu dan lebih. Dan jika memang kita memiliki niat dan fokus, kita akan menyelesaikan bangku perkuliahan ini..
Langkah kaki berikutnya adalah saat kita selesai kuliah, apa yang akan kita lakukan?
Pertanyaan mungkin bisa ku jawab dengan dua pilihan. Menjadi PENGANGGURAN (dan tetap menikmati hidup sesantai mungkin), atau MELAKUKAN SESUATU.
…….. Bagi mereka yang memilih pilihan pertama, mending ngga usah dilanjutin lagi baca blog ini…….
-------------------prolog end-------------------------
Saat kita mulai mengejar mimpi, saat itulah kita diuji. Seberapa besar niat kita untuk meraih itu semua, seberapa kuat kita menahan cobaan yang bakalan datang, yang berjalan disamping kita.
Bagiku, mimpi adalah situasi dimana kita berharap lebih dari hidup kita untuk masa depan. Mimpi adalah jembatan untuk menyambung hidup di masa depan. Makanya, setiap kita harus punya mimpi.

Dan jangan lupa, hadapkan mimpi kita ke Tuhan..

Menurut saya, mimpi yang kita hadapkan itu haruslah sesuatu yang luar biasa, extraordinary dan sesuatu yang besar. Mimpi menentukan orang macam apa kita, dan mimpi bisa jadi perwujudan isi hati kita.
Mimpi yang sedang, adalah sebuah bak mandi berukuran kecil. Saat mimpi ini kita sampaikan ke Tuhan, maka DIA akan melihat seberapa besar ruangan yang kita bikin untuk menampung JanjiNya yang akan diberi (point ini kita memang harus percaya bahwa DIA akan memenuhi impian kita). Jika bak mandi yang kita bangun adalah bak yang berukuran kecil, maka DIA hanya akan memberikan sesuai dengan volume bak tersebut. Di satu sisi hal ini tidak terlalu mengecewakan (toh juga mimpi itu terwujud) dan lagi jika ada godaan (yang diasumsikan sebagai bak mandi yang rapuh), hal ini tidak menjadi hal yang begitu memusingkan toh godaan kecil tidak seberapa. Tapi di sisi yang lain, dengan volume yang tidak seberapa ini, apakah kita puas? Padalah di luar sana tersedia banyak kesempatan hidup yang jika ngga kita ambil, maka penyesalan yang akan kita alamin (tentunya kesempatan yang positif)
Di lain pihak, bak yang besar adalah bak yang mampu menampung debit air lebih banyak daripada bak sebelumnya. Bak mandi yang besar mampu memberikan cadangan air lebih banyak juga saat kita membutuhkan.
Dan saat kita memutuskan untuk membuat mimpi kita sebesar-besarnya, maka saat itu juga DIA bakal ngasih kita tantangan. Resiko bak mandi besar lebih besar juga ketimbang bak mandi berukuran kecil. Saat terjadi kebocoran, tak sedikit biaya yang harus kita keluarin untuk memperbaikinya. Tapi disisi yang lain, besarnya jumlah volume bak, maka otomatis DIA bakal ngisi dengan air yang LEBIH BANYAK lagi
Itulah mimpi yang coba ku komparasikan dengan sebuah bak mandi. Semakin sedikit volume bak mandi, maka semakin kecil juga air yang terisi. Tapi sebaliknya, semakin besar volume bak mandi, maka semakin banyak pula air yang bisa ditampung. Dan Tuhan melihat pilihan kita untuk membuat sebuah bak mandi. Jika memang kita merasa tercukupi dengan bak mandi berukuran kecil, maka Tuhan akan memberikan air seperti yang kita inginkan ini. Tapi jika kita memilih untuk membangun bak mandi berukuran besar, maka Tuhan (tidak mungkin tidak) akan mengisi penuh bak mandi kita juga.
Gitu aja sih...
Pilihan selalu jadi milik kita. Pilihan yang menentukan hidup kita. Dan dengan pilihan ini pula, iman kita dipertaruhkan. Apakah cukup dengan bak mandi kecil, atau memilih membuat sebuah bak mandi besar (dengan resiko yang jauh lebih banyak)…

Love you all, folks….. B

Rabu, 07 Juli 2010

Go GREEN

Hei, mau sharing tentang Global WARNING nih..

Kalian pernah mikir 'pelindung' yang tugasnya ngelindungin kita dari bahaya sinar ultra violet semakin hari semakin menipis cuma gara-gara kita yang semakin hari semakin sekarah??

Jadi gini, sinar langsung dari matahari (a.k.a ULTRA VIOLET itself) bakal bikin kanker kulit kalo kulit terkena langsung am tu sinar.. Awalnya sih warna kulit brubah merah. Tapi endingnya bakal muncul kanker dibawah kulit. En kalo uda stadium 2, 3, 4, 5, en seterusnya, itu uda ngga bisa diselamatin lagi kulit itu (dan yang pasti orang yang punya kulit itu dong!!!)

Kalo uda kaya gitu, sapa yang mau disalahin... Pemerintah?? TUHAN?????

Makanya, belajar hidup sehat mulai sekarang ya, folks...

Kalo ngga butuh-butuh amat, mending ngga usah nyalain barang-barang elektronik secara BERLE(bihan) deh.. Soalnya barang-barang itu yang bikin lapisan OZON semakin menipis..

Di BABARSARI (YOGYAKARTA), isunya uda terjadi kebocoran OZON.. Soalnya di daerah itu terlalu padat sih... Dan bisa dipastikan pemakaian barang-barang elektronik juga buanyak dong....


Belajar dari MANUSIA PURBA deh.... Ngga ada listrik, ngga ada gadged mewah tetep aj masih bisa bertahan en bikin kebudayaan yang ngenangin ampe sekarang.. Memang, sekarang ni jaman modern, en ngga bisa dipungkiri lagi, gadged-gadged  itu uda jadi sohib bagi kita semua... Tapi setidak-tidaknya meminimalisasikan penggunaannya kan bisa...


So, kita tetep bikin bumi ini menangis?? Kita masih tetep bikin lubang itu semakin membesar?? Kita masih tetep di jalur kepunahan???

Kita ngga mau jaman Prasejarah terulang lagi kan?? Jaman dimana Dinosaurus idup en dimusnahin am alam (baca:antariksa)....

Kalo ngga mau, keputusan ada ditangan kita.... Apapun yang kita bakal putusin en lakuin kedepan yang nentuin kelangsungan hidup umat manusia...



BRURY NAHEKHA MANUPUTTY sign out

See you in the next Post...


GBU


Selasa, 29 Juni 2010

Mornig Bonne - Good Morning - Selamat Pagi

Jam di dinding kamar menunjukan pukul 09.40 tepat dan seorang Brury Nahekha Manuputty masih terlena di atas tempat tidurnya yang awut-awutan. Yep, AWUT-AWUTAN.....

Karena, diatas tempat tidur, selain ada tubuh kurus nan anggun ini, juga terdapat beberapa barang yang bisa dikategorikan barang-barang HOAX untuk dijadikan teman tidur. Absen ya... Ada CD Tuaian Generasi dari gereja, selebaran modem murah dari Telkomsel (soalnya waktu papa masih disini, kita sempet hunting modem), ada MP4 yang lagi di cas, ada laptop lengkap dengan mousePad and tikus birunya, ada 2 handphone yang keduanya sama-sama mengenaskan (soalnya NGGA ADA PULSA-KERE!!!!!!!!!) dan sebuah headphone berukuran jumbo... Oiya, tak lupa ada selimut rumah sakit hasil menang kegiatan di gereja beberapa tahun yang lalu. Dan yang terakhir, baju kaus putih lusuh yang kubuka tadi malam saking panasnya ruangan ini...

Tapi, pagi ini Brury bersyukur karena beberapa sms yang nguatin en bikin semangat. Pertama, dari teman lama yang mau janjian ketemuan dan dari MY FUTURE HER...

Bahas satu-satu yeee..

Namanya Yanilita Bakker. Dia temen seangkatanku dulu di UKDW (en kita angkatan 04). Dia lagi ada di kota ini dalam rangka menuntut kerja (bukan cuma belajar lho yang dituntut...). Katanya sih ada pelatihan di sini. En balik ke Ambon masih cukup lama. Itu berarti, kita punya banyak waktu buat sharing or sekedar kangen-kangenan(iyalah, sahabat lama en uda lama banget g ketemu jee..). Tapi lucu en anehnya, setiap mo bikin rencana ngumpul, yani serahin semua ke aku. Dan itu berarti, aku harus nge-sms-in temen2 angkatanku yang masih di sini, nentuin waktu yang tepat, tempat yang cozy.... PPPPPFFFTTTTTTTTTTT......... Kenapa ngga mereka aj yang kasih pendapat. Harus seorang Brury Nahekha Manuputty... CAPE DEH, buat kalian!!!!!!!!!!

Tapi, cukup senang sih kalo ngumpul lagi am mereka semua. Yang ada tu NOSTALGILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa mulu... Hehehehehehe


The second is came from My Future Her

My Future Her? istilah ini ku dapet ketika aku chatingan am Indah (si idung, temennya sepupuku di Bandung), en dia yang ngasih istilah ini ke aku.. Keren juga ni kata-katanya...

Aku nyerah. Aku nyerah am hubunganku am Nola. Aku ngga tau lagi mesti berbuat ap am dia. Dia uda bikin tembok BERLIN, en ngga ada pintu di dinding itu. Aku harus realistis juga kan. Dia uda milih orang lain, so i have to moved up too...

Dan dia dateng. Sebenarnya dia uda lama di dalam hidupku. Aku mengenal dia semenjak beberapa tahun yang lalu. Tapi karena aku masih ama Nola, makanya aku masih anggep dia temen biasa.

Tapi sekarang perasaan itu mulai berbeda... Dan aku masih akan terus juangin perasaan ini.. Penasaran am My Future Her?? (tunggu blog selanjutnya yee)


Dan kegiatanku pagi ini kuawalin dengan surfing ke dunia maya. Ketemu am Owl City, one of my favorite singers. Dan dia nulis surat ke fans (termasuk aku). Isi suratnya sih sebenarnya standar aja. Doi bilang, doi bersyukur banget karena musiknya bisa diterima... That's it... Tapi yang menarik adalah komentar di bawahnya..

Ada satu yang menarik perhatianku... Namanya Athira Yusri. Aku ngga tau siapa dia en dari negara mana ni orang.. Tapi isi komennya keren banget..

Ni, aku copy paste...

(Girl) Am I pretty?

(Boy)No

(Girl) Do you want to be with me forever?

(Boy)No

(Girl) Would you cry if I walked away?

(Boy)No

 She heard enough and was hurt, she walked away tears ran down her face. The boy grabbed her arm

 (Boy) You're not pretty, you're beautiful

(Boy) I don’t want to be with you forever, I NEED to be with you forever

(Boy) And I wouldn't cry if you walked away, I would die!

(Boy whispers) Please stay with me

(Girl whispers) Of course


Ap ngga keren TUH??

Aku jadi punya satu harapan. Semoga aku bisa mengatakan kata-kata ini buat My Future Her.. I don't know it for sure, but i guess i have to fight for it harder than ever before...

Jadi kesimpulan buat pagi ini, TUHAN tu masih perduli am jeritan hati kita. Sedikit ngga nyambung am is blog diatas..

Tapi dari dalam hati, kata-kata barusan tu kuat banget... TUHAN masih perduli am kita.

Ni sedikit renungan ya..

Guys, pikirin 1 detik yang berharga dalam hidup kalian masing-masing. Saat kalian ambil udara gratis en hembusin udara itu lagi... Itu anugerah TUHAN yang paling ngga bisa kita pikirin pake logika. Maksudnya, kita uda banyak bikin salah, kita uda banyak bikin hati TUHAN sakit. Kita uda bikin TUHAN nangis liatin tingkah laku kita di masa lalu. 

Ada satu tokoh Alkitab yang jadi inspirasi ku. Namanya DAUD. Baca kisah selengkapnya di Kitab Raja-Raja ya. Dia itu adalah raja yang disukai TUHAN. Tapi disisi lain, dia juga ngelakuin dosa. Ngambil istri Uria, bikin rencana untuk bunuh Uria.. Tapi tetep aj TUHAN sayang am dia, tuh!!!

Kuncinya sih cuma satu. DAUD tau saat-saat yang tepat buat ngambil hati TUHAN.

Itu DAUD sendiri lho....

Bagaimana dengan kita??

Kita uda banyak bikin dosa, tapi TUHAN tu nunggu kita buat ngambil hatiNYA. Kita mau ato ngga???

Kalo aku, aku mau banget. 

Aku berdoa buat teman-teman semua biar bisa lebih intim lagi am TUHAN.. Karena Tuhan tu sayang banget am kalian... Selamat berperang di hari ini... Jangan kecewain DIA ya....


GBU, Fellas

Minggu, 27 Juni 2010

Sore Tanpa Judul

Aku ngga berharap tulisn ini bisa dibaca ama khalayak umum di luaran sana. Aku juga ngga berharap ada penerbit ternama yang mau buang-buang duit buat mempublish tulisan-tulisan ngga ada juntrungannya ini. Aku cuma mau menumpahkan isi hatiku saat ini. Aku hanya butuh media untuk aku salurin uneg-uneg didalam hatiku ini...

And Here We Go....

Namany NOLA MAULITA GULTOM (again!!!!!!!!!!)

NOLA, NOLA dan NOLA...... 

Rasa sayang yang terlalu amat ternyata menjadi bumerang buat kita. Dan aku, Brury Nahekha Manuputty adalah contoh teranyar dari teoriku ini.. Guys, coba bayangin, mau makan, NOLA. Mau tidur, NOLA. Mau berdoa, NOLA (kalo yang ini aku akuin, aku PARAH!!!!!). Pokoknya semuanya tu NOLA, NOLA, dan NOLA....

Aku salah terlalu sayang am dia. Aku juga ngga tau gimana caranya ngelepasin ni orang. Tapi yang aku tau, sampai detik ini aku masih sayang am dia...

TUHAN, kalo kaya gini jadinya aku mending milih untuk ngga kenal dia deh.... (Tapi paragraf ini sebenarnya ngga boleh kutulis. YEP, aku ngga boleh salahin TUHAN.. I'm sorry, GOD)

Kamu tu sebenarnya punya apa sih didalam dirimu?? Sampe aku ngga bisa ngelupain kamu gini aj. Oiya, barusan aku telpon dia.. En dia bilang semua alasan dia memperlakukan aku ngga adil selama ini (sekali lagi) karena dia bener-bener pengen ngelupain aku. Dan ada orang yang deketin dia en NOLA sendiri bilang itu masa depan dia..

BAH, KAMU BILANG KAMU MASIH SAYANG AM AKU!!!!!!

Ngga ada cara en jalan lain. Aku harus lupain dia. Nenggelamin diri am kegiatan pelayanan en macem-macem. Tapi aku rasa, TUHAN tu emang paling tau isi hati ini. Separah-parahnya aku nyemplungin diri am kegiatan-kegiatan ini, semakin aku nga bisa ngeluapin ni anak. Aku sempat bertanya2. Kenapa aku ngga bisa ngelupain dia?? Aku menanyakan pertanyaan ini am TUHAN tu berhari-hari. Lalu disuatu senja yang ngga begitu-begitu elok amat, aku denger suara DIA

"SOALNYA NIAT AWAL KAMU TU NGGA BAIK, EN NGGA TULUS!!!"

Ampun deh, aku langsung minta ampun am TUHAN. En sejak saat itu aku meminta permintaan yang baru dari DIA. aku cuma minta satu hal. Tolong ubah hati ini en tolong ganti am hati yang baru. Dan kalo boleh ngerequest am TUHAN suh aku minta hati yang kosong, ngga ada NOLA didalamnya....

Dan itu masih dalam progres...

Tapi emang bener-bener iblis ngga bisa ngeliat orang seneng dikit. Eh, semua diputer balik am ni makluk. Aku dibikin ngga bisa ngelupain NOLA, aku dibikin terus-terusan berharap am NOLA. Pokoknya NOLA, NOLA dan NOLA (back to main point in the front of this crab)

En mau ngga mau aku harus ngelakonon perang lagi. Memerangi si iblis sialan ini (TUHAN, maaf aku pake kata SIALAN)

Yang aku minta sih sekarang cuma ngga banyak... Masih banyak pekerjaanku yang di bikin pending am TUHAN.

Rencana studi ke luar negeri digagalin TUHAN, karna masalah percintaanku ini. Dan hal ini yang (memang) kusadarin menghambat en harus ku selesaiin. Tapi emang dasar aku (yang uda kemakan banget am IBLIS) yang ngga bisa selesaiin perasaanku ini.

Beuh, ini memang tulisan yang ngga ada gunanya buat dibaca. Ini memang tulisan yang ngga bernilai sama sekali. Tapi aku percaya satu hal. Aku percaya TUHAN YESUS. Aku percaya dia sebagai pribadi yang ngerti aku luar dalam. Bahkan sampe tempat-tempat yang belum ku sentuh sama sekali (area 51, mungkin)

Dan untuk itu, aku hanya berharap, ketika aku melanjutkan hidup ini, aku hanya mau melanjutkan hidupku bersama TUHAN. Bukan yang lainnya....


WELL, itu masalah pribadiku...

In the mean time, HERODES, HERODIAS dan kakak perempuan tercinta lagi dateng berkunjung ke Jogja. Mereka kesini dalam rangka menghadiri wisudanya kakak perempuanku itu. Jadi ceritanya, setelah selesai S1 kemaren, dia ngelanjutin ke Profesi Akuntansi di UGM. Dan kemaren (sabtu), dia diwisuda oleh UGM.. Selamat buat kamu deh si (nama panggilannya usi,ato si)...

Dan besok pagi, mereka akan balik lagi ke Ambon. Saat aku nulis blog ini, Mama am Usi lagi jalan (entah kemana-maklum, baru pulang main futsal), dan papa tersayang lagi jalan tuh am Pak De.....

PS : "Pengen ketemu dia (nah, ini cerita baru... dan bakalan ku tulis di postingan berikutnya...)

GBU, FOLKS...............

Minggu, 06 Juni 2010

Seseorang Yang Berusaha Keras Menulis Sebuah Diary Konyol

Sebenarnya kegiatan tulis menulis uda ku lakuin sejak masih duduk di taman kanak-kanak dulu. Kalo ngga salah, saat itu guru memberi tugas kepaka kita untuk membuat sebuah karangan bebas mengenai apapun yang ada di pikiran kita saat itu... Saat itu sayapun mulai berpikir. Berpikir mengenai sesuatu.. Dan dengan perlahan, saya mulai menulis karangan itu (sori ya, meskipun kejadiannya uda berpuluh2 tahun yang lalu, kite msih inget am ap yang kite tulis.. Yuk mari)
Ni tulisan saya waktu itu :
"Pada suatu hari, kelinci bertemu dengan kura-kura. Tapi kelincinya sombong. Dia bilang kura-kura ngga bisa kalahin dia dalam lomba lari. Kura-kura juga ngga kalah sombong. Dia bilang, kelinci juga ngga bisa kalaih kura-kura dalam ngadu lambat-lambatan lari... Kelinci bilang, kelinci yang hebat. Kura-kura bilang, kura-kura yang lebih hebat..
"Aku", kata Kelinci.
"Aku", balas kura-kura
"Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku"........ "Aku", "Aku", "Aku", "Aku". "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku", "Aku"....................

sampai kertas yang kupengang tak tersisa lagi untuk kutulis. Lalu, aku minta kertas lagi..
"Bu, aku minta kertas lagi dong"
"Buat apa?", tanya Bu Guru
"Buat nulis lagi..."
"Nulis apa lagi, Brur.. Ni kan uda banyak??"
"Mau nulis AKU ampe jam pulang nanti, Bu. Soalnya aku males ngapa2in selain nulis..."
Hehehehehe................

Itu sih cerita masa kecil yang ngga pernah bisa kulupain ampe sekarang. Dari situlah, hobi menulisku ini mulai timbul. Apapun bisa kujadiin bahan buat nulis. Nulis resep masakan oma, nulis daftar belanjaan di Mirota Kampus, Nulis cerpen, nulis surat cinta, sampe nulis ni blog...

Pengennya sih jadi Hilman Hariwijaya. Heroku sejak dulu kala sampe detik ini. Dia juga salah satu alasan kenapa menulis itu menyenangkan.
Saat kita ngerasa suntuk, menulis adalah obat mujarap (disamping efek sampingnya yaitu tangan menjadi pegel). Hilman pernah berkata bahwa orang yang dapat menulis sebuah alur cerita, adalah orang yang mampu menguasai dunia ini (Kalo ngga salah, WaktuHilman jalan0jalan ke mimpiku malam itu)

Sempat punya cita-cita bakal jadi penulis besar di masa depan ketika ilmu kutuntut di SMA dulu. Enak kali ya bisa jalan-jalan cuma karna bisa nulis beginian.. Tapi kenyataannya, tetep aj ngga bisa.. Hehehehe

Sebenarnya kita semua bisa jadi penulis handal lo. Kata kuncinya tu cuma atu. Kemauan untuk menulis beginian. Kalo emang dari dalam diri kita uda muncul keinginan untuk nulis en menulis kaya ginian, pasti semakin kita menulis, semakin banyak ide-ide yang muncul di otak kita. Dan yang pasti, kita semakin gampang menggerakkan tangan kita buat nulis di selembar kertas or ngetik di laptop ato komputer...

Baca buku juga bikin pembendaharaan kata kita semakin bertambah. Tapi inget, buku-buku tertentu aja yang harus/wajib kita baca. Jangan baca buku-buku primbon ya...

Dan yang paling terakhir, kalo emang uda mentok nulis en ngetik en ngga bisa ngelanjutin ceritanya, mending istirahat dulu or refresing segerin otak... Soalnya kalo otak dipake buat mikir mulu ntar kita malah jadi pemikir yang jelas-jelas ngga penting sama sekali.

Hehehehe, itu sih tips en trik dari saya yang berusaha menjadi seorang penulis yang tidak mau beken. Kalo emang masih bingung juga, brarti kita sama dong. Jujur saja, saya juga bingung dengan apa yang saya tulis diatas ini.. Hahahaha........


GB, folks...




PS : "Sampe jumpa di postingan selanjutnya ya.."

AKU BINGUNG

Aku bingung ama sikapnya....
Aku bingung ama kelakuannya...
Aku bingung....

Jadi gini ceritanya...
Kita uda putus. Secara literatur, kita emang uda putus. Tapi kalo ngomongin hati, ngga tau juga ya.. Karena pagi ini aku dibangunin oleh smsnya. Dia bilang, dia masih cinta...
What the......
Tapi ya gitu deh, seharian jadi kacau.... Ngga tau deh ama tu orang maunya gimana...

Itu alasan pertama..
Alasan kedua, semua kata2nya ternyata tidak sesuai dengan kenyataan... Dia bilang A, B, C, dan D.... Tapi tetep aja ngga masuk akal.

Inilah kisahku ama Nola Maulita Gultom
Kita ketemu waktu masih di jogja. tepatnya waktu kita sama2 nuntut ilmu di tapi beda fakultas, beda jurusan dan yang paling pasti, beda universitas...
Kita ketemu, kita jalan bareng, kita ngabisin waktu bedua..
Pokoknya kita pedekate sama kaya orang kebanyakan deh...
Sampai akhirnya dia balik ke daerahnya....
Kita belum sempet saling ngomong sayang en cinta
Pokoknya There's no 'L' word in our relationship...
Tapi akhirnya kata itu kami ucapin mulai saat itu sampai sekarang (setidaknya sampe berita itu kudengar)

Bonyoknya suruh kita putus. Pokoknya putus.... Mreka ngga mau punya 'mantu' selain orang BATAK asli.... Ironis banget ya... Padalah kita uda ampe tingkatan serius. Kita uda saling ngerti uar dalem (bukan berarti kita uda buka2an ya) Tapi kita uda tau karakter masing-masing, kita uda tau kelemahan dan kelebihan masing-masing.... Tapi sampe titik itu, kita ngga bisa lewatin dan kita harus tunduk ama otoritas orang tuanya...

Kita putus tanpa syarat. Kita udahin semuanya gitu aja. Semua keputusan uda ku serahin ama dia... Karena apapun yang kulakuin en kurencanain ternyata ngga sesuai dengan dunia nyata... Dia milih keluarganya.... En semua kuterima dengan lapang dada....

Tapi aku bingung ama sikapnya.
Sumpah, ni orang maunya apa sih?? Aku cuma ngerasa kalo aku ngga bisa bener2 dilupain ama dia(bukannya mau nyombong ya, tapi ternyata kenyataannya kaya gitu tuh..)....

Tadi paki dia bangunin pake kata2 ini : "I still loving you..." Dan kata-kata itu yang bikin aku yakin kalo dia emang ngga bisa ngelupain aku..


Bah, hanya waktu yang bisa buktiin semuanya.....

Senin, 18 Januari 2010

Kakek Tua Di Pojokan Jalan

Sore itu, kumelangkahkan kakiku di kota ini bersama teman2. Kami sedang mentertawakan sesuatu. Kami melupakan penat yang kami punya di pikiran S(@#$^@$#%^n ini. Kami melupakan betapa menjemukkan kuliah kami masing-masing, kami melupakan masalah rumah kami, kami melupakan tugas-tugas kuliah kami. Kami hanya tertawa dan bersorak kegirangan.

Mungkin mulut kami sudah kering karna saking banyaknya bahan en topik yang dibicarakan. Jika di uangkan per huruf, masing2 kami adalah kaya raya melebihi kekayaan Bill Gates

Sudah hampir sejaman kami melakukan kegiatan ini. Entah kami masuk dan keluar di setiap toko sepanjang jalan itu. Sore ini adalah milik kaki2 jenjang kami. Terserah kaki ini mau melangkah kemana aja. Yang penting kami bisa melepaskan beban yang menimpa ini.

Tak terasa kami telah sampai di jalan itu. Dan suasana di sini sangat sepi. hanya ada setumpuk kotoran dipojokan sana, sampah yang menggunung tinggi di tong sampah, dan dimana-mana hanya ada kubangan becek. Tempat ini sangat kotor. Tempat ini sangat tidak pantas untuk dijadikan tempat tinggal. Dan sekelebatan kami melihat banyak sekali tikus yang berlarian kesana kemari.

Kami pun melanjutkan perjalanan ini. Dan kami mentertawakan lorong di blok itu. Kami gunakan lorong itu sebagai bahan tertawaan yang baru. Kami mentertawakan apa saja.

Kotoran yang menumpuk, sampah yang menggunung, sampai lalu lintas tikus2 yang kami asumsikan sebagai kereta api hitam dari garbage island dijadikan bahan lelucon yang membuat kami terbahak-bahak.

Namun, tak jauh dari tempat sampah besar itu, aku melihat sesuatu. Aku ngga tau sesuatu itu benda hidup ato benda yang mati. Siluetnya besar dan bergerak teratur..

Kotor, lusuh, dan jorok..

Apakah itu? Batinku...

Lalu semakin lama kumenatap ke arah itu, semakin ku menyadari bahwa 'itu' adalah seorang manusia. Dan manusia itu telah tua. Iya, dia memiliki uban yang sangat lebat. Kakek itu sedang tertidur pulas. Awalnya aku agak takut mengira kakek ini adalah orang jahat yang siap2 menringkus korbannya secara tiba2 (maklum, korban sinetron2 Indonesia...). Tapi yang kulihat sore itu adalah bukan sesosok penjahat...

Dia adalah seorang tua yang hanya mengenakan pakaian seadanya. Giginya sangat ompong, pakaiannya juga lusuh tak terpelihara. Ngga tau lagi dimana istri ato keluarga besarnya. Bahkan alas sepatupun tak ada. Kulit yang semakin keripun menandakan bahwa orang ini telah mengalami banyak hal dalam hidupnya. Hal yang membahagiakan juga hal yang mengharukan serta menyedihkan. 

Kakek kembali bernafas pelan. Dan ketika dia memalingkan badannya, aku melihat sebuah papan nama. Dan papan nama ini juga sama lusuhnya dengan tuannya. Tulisannya meskipun agak samar tapi masih jelas terbaca...."Pijat Refleksi"

Oh My God, kakek adalah seorang pemijat keliling...

Muka kecapean, beberapa butir keringat yang masih menetes, baju yang basah karna keringat itu, kaki yang mungkin sudah kapalan, atau bau dekil, daki yang ada di tubuh kakek ini.. 

Ya Tuhan, aku saat itu hanya bisa menutup mulutku dengan kedua tangan ini. Aku ngga tau lagi harus berkata apa waktu itu. Aku hanya trenyuh melihat landscape menyedihkan ini. Ada rasa iba melihat pemandangan memilukan seperti ini. Aku ngga bisa bayangin berapa kilometer yang telah ditempuh kakek hanya demi mencari konsumen (yang mungkin telah lari menjauh duluan melihat kedatangan kakek karena mungkin dikira orang jahat). Berapa banyak tangan yang menolak dia? Berapa banyak orang yang mencibir dia? Berapa banyak orang yang menganggap dia orang gila, atau bahkan memandang dia sebagai sampah masyarakat??

Aku ingin melakukan sesuatu buat kakek. Sungguh, aku ingin bertemu dengan dia, atau minimal melihat dia lebih dekat lagi. Tapi sore itu aku hanya berdiri dan menatapnya iba. Hanya iba, tanpa melakukan apa2 sampai suara teman2 memangil menyadarkanku dari keadaan transku ini...



Dan kini, subuh hampir tiba aku masih belum dapat memejamkan mata. Dan secara tiba2 memori tentang si Kakek kembali meliputiku. Aku kembali menggali kenangan itu.

Perasaan bersalah mulai berkecamuk di dada ini. Kenapa kemaren aku ngga ngelakuin sesuatu?? Kenapa kemaren aku hanya melihat dan melihat?? Aku bisa saja membelikan kakek itu nasi bungkus di warung terdekat. Sapa tau kakek itu belom makan. Ah, betapa bodohnya aku...

(Jujur, disaat aku menulis blog ini, air mataku sempat tumpah...)

Kakek, dimanapun kakek berada saat ini, aku yakin Tuhan sedang menjaga kakek. Kakek jangan menyerah disana ya.. Aku yakin, rancanganNYA indah buat kakek.

Guys, pernah ngga kita berpikir seperti kakek? Kita ngawatirin makanan apa yang bakal kita makan siang, sore, en malam nanti?? Kita pernah ngawatirin seberapa uang yang bisa kita simpen buat masa depan kita? Ato, pernah ngga kita berpikir untuk bisa tidur di tempat nyaman??
Aku rasa ngga!! Kita ngga pernah mikirin seperti itu. Karna bagi kita, semuanya telah tersedia dan hidup yang kita jalanin adalah hidup yang nyaman. Hidup yang berkat orang tua kita masing2, bisa kita nikmatin sampe detik ini (detik kalian baca blog ini). Kadang kita ngga pernah berpikir bagaimana nasib sodara2 kita di jalanan sana. Kita hanya terfokus ama kita, kita dan kita. Guys, is that true??

Kini, (setidaknya malam ini) aku mau bersyukur atas apa yang ada saat ini. Aku masih memiliki tempat untukberteduh dari hujan dan panas. Aku masih punya makanan yang enak untuk dimakan dan masih punya stok persediaan baju yang bisa ku pakai kapan saja dimana saja. 

Untuk itu aku ingin mengucapkan trima kasih kepada kedua orang tuaku yang masih hidup buatku, yang masih menyediakan segala sesuatunya bagiku. Thanks mom, thanks dad.. Love you guys always...

Kini, aku mau menggunakan semua yang kumiliki untuk tujuan yang bagus, mulia dan benar untuk masa depanku. Trima kasih buat Kakek yang telah mengajarkan aku untuk tetap hidup dari melihat hal yang mungkin terluput dari mataku sendiri. Terima kasih buat kakek karena dia yang telah membuka mataku atas semua berkat yang telah diberikan kepadaku ini.

Terima Kasih kek, terima kasih banyak....

Yuk, kita liat diri kita masing-masing...

GBU, FOLKS